Rabu, 02 Mei 2012

TARI SAMAN SEBAGAI WARISAN BUDAYA INDONESIA


Tema : Budaya sebagai Warisan yang Melekat dalam Diri Setiap Manusia Indonesia


BAB I.      PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak gugusan pulau-pulau. Selain itu Indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa dan budaya. Mulai dari Sabang sampai Merauke.

Budaya di Indonesia pun beragam. Ada tari daerah, adat-istiadat, alat musik daerah, baju adat, batik, tempat wisata dan lain-lain.

Kali ini saya akan membahas warisan budaya Indonesia dalam bentuk tari daerah. Tari daerah yang akan saya bahas adalah TARI SAMAN.

Mengapa saya memilih tari saman ?

Di antara banyak ragam tari-tarian Indonesia, tari saman adalah tari tradisional dari Aceh yang memiliki keunikan tersendiri. Keunikan dari tari-tarian saman ini terletak pada kekompakkan gerakannya yang sangat menakjubkan. Para penari saman bergerak beriringan secara bersamaan mengikuti irama musiknya. Gerakan gerakannya teratur mengikuti dendang lagu yang harmonis.

Tari saman adalah kombinasi kekompakkan tepukan yang berirama dengan gerakan yang lincah. Hal ini akan membuat Anda takju akan tepuakn tangan yang di hentakkan ke bagian dada dan paha. Tidak hanya itu gerakan-gerakan yang penuh dengan kekompakkan akan ditampilkan oleh para penari saman. Banyak masyarakat yang menyebut tari saman sebagai tari seribu tangan. Tak salah jika tari saman banyak diminati oleh para penikmat seni tari.

B.  Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini agar masyarakat Indonesia semakin cinta terhadap suku bangsa dan budayanya sendiri.
Membuka celah bagi masyarakat Indonesia memperkenalkan wisatawan asing, mengenai budaya Indonesia.

Selain itu, dapat menambah pengetahuan tentang budaya bangsa Indonesia, khususnya mengenai Tari Saman.

Dapat mengenal lebih jauh tentang tari saman dan maknanya.

BAB II.      PEMBAHASAN
Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa tarian ini dinamakan tari saman ?
Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo (Gayo Lues). Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo.
Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk acara-acara tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.

Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syeikh. Penari Saman dan Syeikh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis.

Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakkan dan kebersamaan.

Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk even-even tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.

Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syeikh. Penari Saman dan Syeikh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis.

v  Makna dan Fungsi
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton. 
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.
Berikut contoh sepenggal syair dalam tari Saman:
Reno tewa ni beras padi, manuk kedidi mulu menjadi rempulis bunge.

Artinya:
Betapa indahnya padi di sawah dihembus angin yang lemah gemulai. Namun begitu, burung kedidi yang lebih dulu sebagai calon pengantin serta membawa nama yang harum.

v  Paduan Suara
Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syeikh. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.
Pada kala itu, tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu, diantaranya dalam upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi, seperti kunjungan tamu-tamu Antar Kabupaten dan negara, atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.     

v  Nyanyian
Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :
1.    Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2.    Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3.    Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4.    Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5.    Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

v  Gerakan
Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diperkirakan, ketika menyebarkan agama islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno,kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo).

v  Penari
Pada umumnya, Tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil.Pendapat Lain mengatakan Tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang,dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syeikh. Selain mengatur gerakan para penari, Syeikh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman yaitu ganit.

 

BAB III.      PENUTUP
A. Kesimpulan
Di antara banyak ragam tari-tarian Indonesia, tari saman adalah tari tradisional dari Aceh yang memiliki keunikan tersendiri. Tari saman adalah kombinasi kekompakkan tepukan yang berirama dengan gerakan yang lincah.

B.  Saran
Kita seharusnya bangga dengan kesenian yang kita miliki, dan melestarikannya agar tidak punah.
Masyarakat Indonesia seharusnya dapat mencintai budaya bangsanya sendiri.
Menggalakkan remaja Indonesia untuk turut andil dalam pelestarian tari tradisional Indonesia.
Agar masyarakat Indonesia dapat menghargai budaya-budaya peninggalan nenek moyang kita.

Sumber :

http://ensiklopedi-budaya-indonesia.blogspot.com
http://travel.detik.com/read/2012/02/10/101542/1839086/1025/tari-saman-warisan-aceh-untuk-dunia
http://courseware.nus.edu.sg/im@bip/SpecialProjects/BI%28Agt06%29/Project-BI2%28Agt05%29_files/tariSaman.html





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Template Design By:
SkinCorner